4 Strategi Penting Manfaatkan Medsos Sebagai Informasi Tentang Pariwisata Indonesia Ditengah Pandemi

- 3 Desember 2020, 07:20 WIB
Raffi Ahmad Nagita berlibur di Nihi Sumba dan memanfaatkan medsos sebagai branding tempat liburan mereka.* /Instagram

MORESCHICK - Pentingnya upaya menyampaikan informasi kebijakan secara luas ke
seluruh lapisan masyarakat dengan memanfaatkan berbagai platform media sosial bagi
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
(Kemenparekraf).

Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf, Agustini Rahayu dalam webinar
“Potensi Media Sosial untuk Memperkuat Inovasi dan Strategi Kehumasan di Masa
Pandemi”, Selasa (1/12/2020), menuturkan pemanfaatan media sosial ini merupakan
bagian dari bagian kehumasan lembaga pemerintah dalam menyampaikan informasi.

Informasi yang disampaikan mengenai program, kebijakan, dan kegiatan pemerintah,
dalam hal ini Kemenparekraf/Baparekraf. Terlebih, sekitar 73,7 persen masyarakat
Indonesia saat ini telah menggunakan internet untuk mengakses berbagai platform
media sosial.

“Jadi untuk channel komunikasi amat tidak bijak kalau kita tidak menggunakan media
sosial. Berkaitan dengan hal itu maka humas pemerintahan harus memaksimalkan
disenimasi informasi melalui media sosial,” kata Ayu, panggilan akrabnya.

Baca Juga: Pariwisata Indonesia Berharap Banyak Peran Media Sosialisasi Amannya Tempat Wisata Di Era Pandemi

Ayu mengatakan, media sosial dari lembaga pemerintahan harus bisa membuat konten
yang berkualitas baik, informatif, serta menarik bagi publik. Sehingga, Biro
Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf yang bertugas untuk menyampaikan informasi
kepada publik dengan bahasa yang mudah dimengerti pun berupaya melakukan hal
serupa.

“Jadi admin-admin akun media sosial tidak boleh mengunggah konten secara asal.
Karena media sosial adalah platform internet yang dapat digunakan oleh semua orang
untuk memproduksi dan berbagi konten yang punya efek berantai ke berbagai pihak,”
katanya.

Untuk itu, Ayu menyebutkan ada empat strategi yang dilakukan oleh pihaknya agar
konten media sosial yang diunggah di berbagai kanal yang ada seperti Facebook
Instagram, YouTube, TikTok, dan Twitter Kemenparekraf/Baparekraf menjadi konten
yang terstruktur, menarik, serta bisa mencapai target dengan tepat sasaran dan
interaktif. Yaitu partisipatif, otentik, bermanfaat, dan terpercaya.

“Pertama, konten yang kami unggah di media sosial bersifat partisipatif sehingga
bisa menarik interaksi antar audiens di media sosial untuk membangun komunitas.
Kedua, konten tersebut harus otentik dalam artian merepresentasikan nilai,
karakter, dan pesan yang spesifik yang mencerminkan Kemenparekraf," ungkap Ayu.

Ketiga, konten tersebut harus bermanfaat bagi audiens untuk memperoleh informasi
yang akurat dan berguna. Dan yang terakhir (keempat), konten tersebut harus
menjadi sumber informasi yang terpercaya dan akuntabel untuk membangun
transparansi dan kepercayaan publik,” jelas Ayu.

Baca Juga: Harapan Setinggi Langit Pariwisata Bali Jelang Libur Akhir Tahun, Meski Virus Corona Masih Bertamu


Webinar ini juga dihadiri oleh presenter Annisa Malati dan Helmy Yahya. Helmy
Yahya yang juga tengah aktif menjadi YouTuber ini menyampaikan humas lembaga
pemerintahan harus mampu memanfaatkan platform media sosial semaksimal mungkin,
terutama YouTube untuk dapat menggaet audiens dan menyampaikan informasi mengenai
apa saja program, kebijakan, dan kegiatan Kemenparekraf/Baparekraf dengan bantuan
YouTuber.

“Saya sangat akan mendukung apa yang dilakukan oleh Biro Komunikasi Kemenparekraf
untuk menyampaikan kebijakan dan program Kemenparekraf ataupun menyosialisasikan
objek wisata dan juga mendorong teman-teman di industri kreatif melalui YouTube.
Karena dari data yang ada, banyak masyarakat Indonesia memanfaatkan YouTube untuk
mencari informasi atau menonton sesuatu,” ujar Helmy.***

Editor: Ruth Martha Winnie


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X