Intip Pengalaman Diane Wesh: Menyembuhkan Depresi dengan Solo Traveling

- 3 Desember 2020, 13:00 WIB
Diane Wesh. /instagram.com/@dianewesh

MORESCHICK - Diane Wesh, adalah salah satu warga Amerika Serikat yang berkulit hitam mengalami depresi berat karena teror rasisme selama bertahun-tahun.

Teror itu berlangsung sejak ia masih kanak-kanak. Menjelang dewasa, Diane mengaku sangat kelelahan dan depresi akibat perlakuan rasis dari orang kulit putih.

 

Pada tahun 2017 kelelahan yang sudah mencapai puncaknya itu membawa Diane untuk melakukan solo traveling pertama kalinya, ia terbang ke Eropa berharap bisa beristirahat sejenak dari pelecehan rasial di Amerika.

Baca Juga: Viral Video Hasil Swab Rizieq Shihab POSITIF COVID-19!

Ia sangat menikmati kebebasannya menjelajahi jalanan Dublin, Irlandia, berteman dengan penduduk setempat, dan berpesta di malam hari dengan orang asing.

Tak berhenti di Irlandia, Diane menaljutkan traveling ke Turki. Dari Turki, ia ke Athena dan Santorini, Yunani, di mana ia menghabiskan hari-harinya dengan menjelajahi Acropolis, berlayar di sepanjang Laut Aegea, menunggang kuda, dan menikmati masakan Mediterania.

 

Ketika Diane kembali bekerja, semuanya sama, namun ia telah berubah. Pengalaman solo travelingnya memberikan Diane tingkat keberanian yang berbeda, kepercayaan diri, dan kekuatan baru.

Halaman:

Editor: Tiara Sayusti


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X