3 Hari Join Twitter Dr Li Meng Yan Penguak Asal Usul Covid-19 Diikuti Oleh Lima Puluh Ribu Followers

- 15 September 2020, 20:41 WIB
Dr. Li Meng Yan Join Twitter /Tangkapan layar twitter.com

MORESCHICK - Ahli virologi China Dr. Li Meng Yan yang menemukan bukti bahwa Covid-19 merupakan hasil rekayasa genetik Laboratorium Wuhan, bergabung dengan Twitter pada 13 September, 2020.

Tiga hari Dr. Yan join Twitter dengan nama akun @ LiMengYAN119 ia sudah memiliki sekitar 50.000 pengikut.

Baca Juga: Bukti Manipulasi Protein SARS-CoV-2 Ungkap Virus Corona Berasal dari Laboratorium Militer China

Pada hari Senin, Dr. Yan men-tweet link ke makalah yang dia tulis bersama tiga ilmuwan China lainnya. Makalah yang diterbitkan di Zenodo.or berjudul: "Unusual Features of the SARS-CoV-2 Genome Suggesting Sophisticated Laboratory Modification Rather Than Natural Evolution and Delineation of Its Probable Synthetic Route."

Tidak mengherankan, situs Zenodo langsung diretas setelah makalahnya diterbitkan. Namun situs ini sekarang kembali aktif dan berjalan.

Kemudian Dr. Yan juga memposting tautan ke kredensial-nya di ResearchGate, dengan identitas afiliasi sebelumnya yaitu Universitas Hong Kong bersama 13 publikasi lainnya yang telah dikutip 557 kali.

Baca Juga: Dr. Li Meng Yan: Covid-19 Hasil Rekayasa Genetik Laboratorium Militer China Target Manusia

Dikutip dari techstartups.com, Dr. Yan diketahui telah meninggalkan negara asalnya China, dan meninggalkan pekerjaanya di Universitas Hong Kong. Saat ini ia tinggal di lokasi yang dirahasiakan di Amerika Serikat.

"Kami yakin bahwa rincian hasil penelitian kami memberikan dukungan tambahan bahwa SARS-CoV-2 adalah virus yang disempurnakan di laboratorium. Laporan tindak lanjut yang berfokus pada bukti tambahan tersebut sekarang sedang disiapkan dan akan segera diserahkan." tulis Dr. Yan di akhir publikasi yang ia unggah di laman ResearchGate tersebut.***

Halaman:

Editor: Tiara Sayusti

Sumber: techstartups.com


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X