Gojek dan Grab Bakal Merger?

- 15 September 2020, 17:38 WIB
Mobil Grab /Doc RRI

MORESCHICK -- Melihat sepak terjang kompetisi Grab dan Gojek sangat sengit. Tapi sejak awal tahun lalu wacana merger Grab-Gojek mencuat.

Bahkan, baru-baru ini isu tersebut kembali merebak seiringan mundurnya pendiri Gojek Nadiem Makarim yang diangkat menjadi menteri.

Dari informasi yang kami rangkum, pemberitaan Tech in Asia yang mengutip The Information pada 25 Februari 2020 lalu mengungkapkan kedua 'musuh bebuyutan' itu masih jauh dari kata sepakat untuk merger.

Baca Juga: Ini Sinopsis Film The Circle, Dibintangi Emma Watson dan Tom Hanks

Meski demikian, pemberitaan mengarah pada keuntungan dari merger dua dua aplikator terbesar di Asia Tenggara ini.

Perhitungan yang dilakukan Tech in Asia, perusahaan hasil merger itu bisa menghasilkan omzet hingga US$ 16,7 miliar (sekitar Rp 240 triliun) setahun dengan valuasi hingga US$ 72 miliar atau sekitar Rp 1.000 triliun (kurs Rp 14.500/US$) di 2025.

Meski begitu, kabarnya masih banyak yang harus dibahas lebih lanjut seperti valuasi perusahaan dan lain-lain.

Baca Juga: Cover Buku Terbaru JK Rowling: Pria Bergaun yang Membunuh

Selain itu, menurut sumber tersebut, Grab sudah melaporkan ke para investornya jika Gojek minta 50% kepemilikan saham di perusahaan baru hasil 'perkawinan'. Sementara Grab ingin menguasai penuh perusahaan baru ini.

Halaman:

Editor: Vito Adhityahadi


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X