Bukti Manipulasi Protein SARS-CoV-2 Ungkap Virus Corona Berasal dari Laboratorium Militer China

- 15 September 2020, 13:47 WIB
Ilmuwan Hong Kong klaim asal mula pandemi virus corona berasal dari laboratorium di Tiongkok /Daily Express

MORESCHICK – Senin, 14 September 2020, Peneliti asal China Dr. Li Meng Yan secara mengejutkan mengunggah hasil penelitiannya pada laman ResearchGate yang mengklaim bahwa virus corona SARS-CoV-2 adalah buatan manusia.

Pada penelitian yang didukung oleh Rule of Law Society & Rule of Law Foundation, New York, USA ia menjabarkan bukti genomik, struktural, medis, dan literatur yang menentang teori virus corona berasal dari alam.

Kami menyajikan tiga bukti yang mendukung pendapat kami bahwa manipulasi laboratorium adalah bagian dari sejarah SARS-CoV-2” tulis Li Meng Yan dalam publikasinya.

Baca Juga: Dr. Li Meng Yan: Covid-19 Hasil Rekayasa Genetik Laboratorium Militer China Target Manusia

Berikut kutipan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Li Meng Yan dan Tim:

1. Urutan genom SARS-CoV-2 mirip dengan virus korona kelelawar yang ditemukan oleh laboratorium militer di Third Military Medical University (Chongqing, China) dan Research Institute for Medicine of Nanjing Command (Nanjing, Cina).

2. Reseptor Binding Motif (RBM) dalam protein Spike SARS-CoV-2, yang menentukan spesifisitas inang virus, mirip dengan SARS-CoV dari epidemi tahun 2003 dinilai mencurigakan. Bukti genom menunjukkan bahwa RBM telah dimanipulasi secara genetik.

3. SARS-CoV-2 mengandung situs furin-cleavage yang unik dalam protein Spike-nya, yang dikenal sangat meningkatkan infektivitas virus. Namun, situs ini sama sekali tidak ada dalam kelas virus corona yang ditemukan di alam. Selain itu, kodon langka yang terkait dengan urutan tambahan ini menunjukkan kemungkinan kuat bahwa situs furin-cleavage ini bukanlah produk evolusi alami melainkan dimasukkan ke dalam genom SARS-CoV-2 secara artifisial dengan teknik rekayasa genetik.

Baca Juga: Peneliti Cina Klaim Virus Corona Buatan Manusia?

Halaman:

Editor: Tiara Sayusti


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X