Terima Laporan Insentif Nakes Dipangkas, KPK Langsung Turun Tangan

- 23 Februari 2021, 20:05 WIB
Ilustrasi Nakes berpakaian APD /Pixabay/valerushka_kay/

MORESCHICK- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengawasi aksi manajemen Rumah Sakit yang melakukan pemotongan insentif terhadap tenaga kesehatan (nakes).

Dihimpun Moreschick dari pemberitaan nasional, Selasa, 23 Februari 2021, hal itu dilakukan KPK untuk mencegah tindakan kesewenangan.

"KPK mengimbau kepada Manajemen Rumah Sakit agar tidak melakukan pemotongan insentif yang diberikan kepada tenaga kesehatan (nakes)," kata Plt Juru Bicara bidang Pencegahan KPK, Ipi Maryati.

"KPK menerima informasi terkait adanya pemotongan insentif nakes oleh pihak manajemen RS dengan besaran 50 hingga 70 persen," sambungnya.

Baca Juga: Santunan Rp15 Juta untuk Korban Covid Disetop

KPK telah meminta Inspektorat dan Dinas Kesehatan untuk bersama mengawasi agar tidak ada pemotongan insentif tersebut.

"Insentif kepada nakes merupakan bentuk penghargaan dari pemerintah kepada tenaga kesehatan yang menangani Covid-19," tegasnya.

Selain insentif, KPK juga menilai perlu adanya santunan santunan kematian terhadap tenaga kesehatan yang gugur saat berjuang melawan Covid-19. Menurut Ipi, aturan terait sudah diatur dalam Kepmenkes 278/2020 tanggal 27 April 2020, sebagai hak bagi tenaga kesehatan.

Editor: Frida Astuti


Tags

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X