Potensi Pergeseran Lahan Usai Banjir Bandang di Puncak Bogor Sedang Dikaji oleh Badan Geospasial

- 20 Januari 2021, 06:56 WIB
Bencana longsor dan banjir bandang terjadi di Kampung Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua. /Dok. BNPB Indonesia

MORESCHICK - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat kerahkan Badan Informasi Geospasial (BIG) untuk mengkaji potensi pergeseran tanah di Komplek Gunung Mas, Kawasan Puncak, Cisarua, Bogor, usai banjir bandang.

Dikutip dari ANTARA, wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan, mengungkapkan bahwa potensi pergeseran lahan ini penting untuk dikaji agar bisa menentukan tindakan penanganan serta antisipasi bencana susulan.

Baca Juga: Begini Reaksi Otak Kita Saat Merasa Kesepian

"Kami akan memanggil BIG untuk melihat konstruksi tanah, bagaimana apakah masih ada pergerakan. Nanti kami minta masukan dari mereka," ungkap Iwan Setiawan saat meninjau lokasi banjir, Selasa, 19 Januari 2021.

Jika BIG menyatakan bahwa kawasan tersebut berpotensi tinggi terjadinya pergeseran tanah, Iwan mengatakan Pemkab Bogor akan memunculkan opsi relokasi.

"Area ini cukup berbahaya karena daerahnya turunan," kata Iwan Setiawan. Iwan juga menyebutkan bahwa hingga kini para korban banjir di Gunung Mas Puncak masih dilarang untuk pulang, khawatir terjadi banjir bandang susulan. Sehingga terpaksa mengungsi di tempat yang dianggap lebih aman.

Baca Juga: Permintaan Maaf Nadin Amizah Usai Dihujat Netizen Terkait Pernyataan Kaya dan Miskin

Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor sebanyak 134 keluarga (KK) dengan 474 jiwa di area Puncak Bogor harus mengungsi.

Banjir bandang yang terjadi akibat meluapnya aliran anak Sungai Ciliwung yang melewati perkebunan teh PTPN VIII itu merusak beberapa rumah warga dan menutup beberapa akses jalan.***

Halaman:

Editor: Tiara Sayusti


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X