Pelaku Penipuan dan Penggelapan Sertifikat Rumah Akhirnya Ditangkap Setelah Untung Milyaran Rupiah

- 4 Desember 2020, 09:19 WIB
Para tersangka kasus penipuan dan penggelapan sertifikat rumah.* /Fjr PMJ News

MORESCHICK - Kasus penipuan dan penggelapan sertifikat rumah akhirnya berhasilnya diungkap oleh anggota Subdit 2 Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Dalam kasus penipuan dan penggelapan sertifikat rumah itu, menurut Kabid Humas Polda Metro Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (3/12/2020), ada 10 tersangka berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.

“Sebanyak 10 tersangka berhasil kita amanakan mulai dari perannya sebagai Notaris, ada yang sebagai pembujuk korban, dan ada sebagai PPAT,” ucap Kombes Yusri.

Kembali menurut Kombes Yusri, pelaku penipuan dan penggelapan sertifikat rumah itu selama ini dan berhasil mendapatkan keuntungan hingga miliaran rupiah. Modusnya, melalui jasa membantu renovasi rumah dengan menyertakan sertifikat rumah pemilik yang ingin direnovasi lalu melakukan transaksi jual beli pada pihak ketiga tanpa sepengtahuan pemilik sertifikat rumah.

“Para tersangka membujuk korban untuk menyerahkan sertifikat milik korban dengan alasan membantu renovasi rumah korban, setelah sertifikat dikuasai tersangka kemudian para tersangka bekerjasama melakukan transaksi jula beli tanpa sepengetahuan korban menggunakan dokumen palsu,” ungkap Yusri.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Hari Ini Jumat 4 Desember: Virgo Cintai Dirimu Sendiri Dulu, Baru Cintai Oranglain

“Setelah sertifikat dibalik nama kemudian diagunkan di Bank dengan nilai Rp 6 miliar rupiah,” sambungnya.

Kesepuluh tersangka pelaku penipuan dan penggelepan sertifikat rumah tersebut dijatuhi hukuman atas perbuatannya dengan dikenakan Pasal 263 KUHP dan atau Pasal 264 KUHP Jo. Pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHPidana dan atau Pasal 3, 4 dan 5 UU RI No. 08 tahun 2010 tentang TPPU dengan ancaman pidana penjara di atas 20 tahun penjara.***

Editor: Ruth Martha Winnie

Sumber: PMJ News


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X