Rencana Kemenkes Tekan Tingginya Angka Masyarakat Kurang Aktivitas Fisik

- 8 April 2021, 10:55 WIB
Ilustrasi sehat //pexels/Polina Tankilevitch

MORESCHICK --Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa di antara orang dewasa berusia antara 11 dan 17 tahun, seperempat dan tiga perempat remaja tidak memenuhi standar latihan fisik yang direkomendasikan.

Selain itu, hasil pengukuran kesegaran jasmani yang dilakukan Kementerian Kesehatan terhadap peralatan sipil negara (ASN) menunjukkan masih adanya kekurangan sebesar 45% dari tingkat kesegaran jasmani masyarakat umum dan jamaah.

Kemudian, 44% di antaranya termasuk dalam kategori overweight dan obese weight. Tingkat kebugaran erat kaitannya dengan senam jasmani, karena orang yang senam jasmani cukup akan memiliki tingkat kebugaran yang baik.

Baca Juga: Ingat Putri Tidur dari Kalimantan Selatan Tahun 2017, Kini Kembali Viral dan Ternyata Ini Penyebabnya

Menteri Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementerian Kesehatan, Dr. Riskiyana Sukhandi Putra MKes, mengatakan selama pandemi Covid-19 disarankan masyarakat hanya boleh beraktivitas di rumah. Ini memicu gaya hidup yang tidak banyak bergerak dan mengurangi jumlah olahraga.

“Indonesia berkomitmen untuk mendukung GAPPA (Rencana Aksi Latihan Fisik Global) melalui Rencana Aksi Nasional Budaya Latihan Fisik. Tujuannya adalah mengurangi jumlah orang yang kekurangan latihan fisik di Indonesia menjadi 28,5% pada tahun 2035.” Riskiyana pada 7 April, 2021 Dalam media briefing pada hari Rabu bertajuk "Membangun hari yang lebih baik dan lebih sehat melalui latihan fisik setiap hari".

Tentu saja, pekerjaan ini melibatkan lintas sektoral dan tenaga kesehatan yang sudah ada. Fakta membuktikan bahwa sejak 2017, pemerintah Indonesia mencanangkan Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS).

Baca Juga: Ekonom Sebut BLT Gaji Seharusnya Belum Saatnya Dihentikan, Ini Alasannya

Tujuannya adalah mendorong orang untuk berolahraga secara teratur, menerapkan gaya hidup sehat, makan makanan seimbang, dan mendeteksi penyakit sejak dini.

Halaman:

Editor: Vito Adhityahadi


Tags

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X