5 Etiket Dunia Maya Ala Tere Liye

- 25 Januari 2021, 19:30 WIB
Tere Liye. /biografiku.com


MORESCHICK - Seorang penulis novel ternama tanah air, Tere Liye alias Darwis, memang dikenal dengan karya-karyanya yang banyak diadaptasi ke layar lebar, seperti Bidadari-Bidadari Surga dan Hafalan Shalat Delisa.

Sosok Tere Liye sebagai seorang novelis memang piawai dalam merangkai kata-kata hingga membentuk sebuah kalimat yang bermakna yang dapat menjadi bakal dalam menjalani hidup.

Seperti unggahan Tere Liye pada akun instagramnya pada Senin 25 Januari 2021, dimana ia membagikan tulisan bagi penggemarnya.

Unggahan Tere Liye tersebut tentang etika berkomunikasi di dunia maya.

Berikut unggahan Tere Liye yang dimaksud:

"*Etiket (ahklak) berkomunikasi di dunia maya

1. Saat kirim email/pesan, selalu buka dengan salam, perkenalkan diri kalian. Jangan langsung nyerocos. Karena tidak semua orang kenal dengan kita. 'Pak, besok bisa konsultasi skripsi?', iya kalau email/akunmu sesuai nama asli. Dosenmu mungkin bisa menebak ini siapa. Kalau alamat emailmu: akyuygnggainsyaf@gmail.com, kan bingung dosenmu.

2. Selalu gunakan bahasa yang formal. Tidak perlu terlalu kaku, tapi jangan pula alay dan lebay. 'Aqyu mhau tnya leh? Jhadi gim4n4 dong lhamaran kerdja qyu? Ditherima?'. Seriusan, yg baca aplikasi lamaran kalian bisa mual2 nanti.

3. Fokus pada topik percakapan. Jika kalian sedang terlibat dalam diskusi, atau pelajaran, atau apalah, selalu fokus pada topik. Kalau orang sedang bahas ttg ekonomi, jangan mendadak bahas tentang kucing peliharaan kamu, atau boyband Korea, dll. Kamu tidak menghargai percakapan orang lain, tapi pengin didengar. Itu namanya halu. Nah, jika kamu merasa topik milikmu penting sekali, bisa bikin sendiri di akun masing2. Bebas.

4. Jangan pernah sok kenal, sok dekat, apalagi manja2. Kita harus paham: hanya karena kita kenal seseorang, belum tentu seseorang itu kenal kita. Misal, kita merasa kenal sekali dengan orang top. Tahu semua ttg dia, bahkan nomor celana dalamnya saja kita tahu. Berapa bulu hidungnya kita tahu, tapi dia jelas (sungguh) tidak otomatis kenal kita. Bahkan boleh jadi, dia tidak peduli siapa kita.

Halaman:

Editor: Ruth Martha Winnie


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X