Memahami 'Critical Eleven', 11 Menit Paling Kritis dalam Penerbangan

- 12 Januari 2021, 07:45 WIB
Ilustrasi Pesawat Sriwijaya Air SJ 182.* /Instagram /@sriwijayaair/.*/Instagram /@sriwijayaair

MORESCHICK - Jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak masih menyisakan kesedihan yang mendalam bagi para keluarga korban. Pencarian korban di lokasi jatuhnya pesawat masih terus diupayakan hingga saat ini.

Perlu diketahui bahwa kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 ini terjadi saat pesawat baru lepas landas. Hal ini berkaitan dengan istilah 'critical eleven' yakni 11 menit waktu paling kritis dalam penerbangan.

Baca Juga: Izin Penggunaan Darurat Vaksin Covid-19 Sinovac Telah Terbit

Critical Eleven atau kerap disebut dengan Plus Three Minus Eight adalah waktu krisis di mana kecelakaan pesawat sering terjadi, yaitu tiga menit pertama dan delapan menit terakhir penerbangan.

Pada waktu ini, pilot akan melakukan komunikasi intensif dengan Air Traffic Controller (ATC) untuk mengendalikan pesawat sesuai prosedur. Pada tiga menit pertama, akan digunakan untuk mencari posisi stabil dan mengontrol kecepatan ketika pesawat mengudara.

Setelah itu, delapan menit terakhir akan dipakai untuk menurunkan kecepatan dan mencari posisi tepat untuk menyesuaikan dengan landasan sebelum mendarat. Pada critical eleven ini, awak kabin dilarang berkomunikasi dengan kokpit kecuali dalam keadaaan darurat.

Baca Juga: Komnas Penilai Obat Sebut Vaksin Sinovac Aman

Oleh sebab itu, biasanya pada critical eleven, awak kabin akan mengarahkan penumpang untuk mematikan ponsel, menutup meja, membuka tirai jendela, menegakkan sandaran kursi, dan menggunakan sabuk pengaman.

Hal ini bertujuan untuk mempermudah evakuasi jika kondisi darurat terjadi, dan yang terpenting adalah untuk tetap waspada.

Halaman:

Editor: Tiara Sayusti


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X