Gubernur Koster Wajibkan Pakai Endek Tiap Selasa di Bali, Ini Sejarah dan Makna Kain Endek

- 19 Februari 2021, 11:09 WIB
Kain Endek Bali 3 /KBRI Paris

MORESCHICK - Gubernur Bali Wayan Koster mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 04 Tahun 2021 tentang Penggunaan kain endek Bali/kain tenun tradisional Bali.

Surat edaran ini resmi berlaku pada, Selasa 23 Februari 2021 mendatang.

Baca Juga: Takut, Warga Satu Dusun di NTT Kabur saat Akan Divaksin Covid-19

Dalam SE Nomor 04 Tahun 2021 itu, Pemprov Bali mengimbau agar instansi pemerintah/swasta termasuk masyarakat umum di Bali agar menggunakan kain tenun endek pada setiap hari Selasa.

Tapi, apa sih makna dan sejarah Kain Tenun Endek bagi masyarakat Bali?

Endek adalah kain tenun yang berasal dari Bali. Kain endek merupakan hasil dari karya seni rupa terapan, yang berarti karya seni yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Endek berasal dari kata "gendekan" atau "ngendek" yang berarti diam atau tetap, tidak berubah warnanya.

Dalam sejarahnya, kain endek mulai berkembang sejak tahun 1985, yaitu masa pemerintahan Raja Dalem Waturenggong di Gelgel, Klungkung.

Kain endek ini kemudian berkembang di sekitar daerah Klungkung, salah satunya adalah di Desa Sulang. Di desa Sulang, kain tenun endek dipelopori oleh Wayan Rudja yang saat itu memiliki tenaga kerja sekitar 200 karyawan.
Meskipun kain endek telah ada sejak Kerajaan Gelgel, tetapi endek baru mulai berkembang pesat di desa Sulang setelah masa kemerdekaan.

Halaman:

Editor: Wildan Heri Kusuma

Sumber: Wikipedia


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X