Kristen Gray Dideportasi, Ternyata Kesalahannya Bukan Sekedar Ajak WNA ke Bali Saat Pandemi

- 19 Januari 2021, 21:06 WIB
Kristen Gray bersama pasangannya akan segera dideportasi dari Bali oleh Ditjen Imigrasi /Ditjen Imigrasi

MORESCHICK -- Setelah dilakukan panggilan dan pemeriksaan terhadap warga negara asing Kristen Gray (WNA) yang menghebohkan jagad maya dengan mengajak para WNA lainnya unutuk datang ke Bali saat pandemi Covid-19. Pihak Kemenkum HAM Kanwil Bali memutuskan memberi sanksi deportasi terhadap Kristen Gray.

Baca Juga: Sri Mulyani Soal Dana Vaksin Rp74 Triliun: Seluruh Pemda Rp15 Triliun, Sisanya Pusat

Perempuan warga negara Amerika dengan nama lengkap Kristen Antoinette Gray itu dituduhkan melanggar ketentuan keimigrasian di Indonesia.

"WN Amerika atas nama Kristen Antoinette Gray dikenakan tindak pidana keimigrasian berupa pendeportasian atau pengusiran sebagaimana tersebut Pasal 75 ayat 1 dan ayat 2 huruf f UU 6/11 tentang Keimigrasian," kata Kakanwil Kemenkum HAM Bali, Jamaruli Manihuruk, dalam jumpa pers di Denpasar, Selasa (19/1/2021) malam.  

Selanjutnya, Jamaruli memaparkan sejumlah poin yang disebarkan Kristen Gray melalui cuitannya. Poin pertama, Kristen Gray menyebutkan tinggal di Bali penuh kenyamanan karena tidak pernah dipermasalahkan soal pajak dan urusan keimigrasian.

Baca Juga: Diduga Hina Orang Miskin Jadi Kontroversi, Nadin Amizah Trending di Twitter

Pada poin lainnya, Kristen Gray dianggap tidak tepat menyebut akses ke Indonesia pada masa pandemi COVID-19 punya kemudahan.

Pernyataan tersebut bertentangan dengan Surat Edaran Satgas Penanganan COVID-19 nomor 2/2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional dalam Masa Pandemi COVID-19 serta Surat Edaran Ditjen Imigrasi tentang Pembatasan Sementara Masuknya Orang Asing di Wilayah Indonesia dalam Masa Pandemi COVID-19.

"Sedangkan WNA tersebut diduga melakukan kegiatan bisnis penjualan e-book dan pemasangan tarif konsultasi wisata Bali sehingga dapat dikenakan sanksi sesuai Pasal 122 huruf a UU 6/2011 tentang Keimigrasian," jelasnya.

Halaman:

Editor: Vito Adhityahadi


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X